Ekonomi Manajerial
1.
Ruang Lingkup Ekonomi
Manajerial
Pada dasarnya, Ekonomi Manajerial merupakan penerapan teori ekonomi
tentang kerja manajer dalam memanajemeni suatu perusahaan dalam pengambilan keputusan agar dapat mencapai
tujuan dengan cara yang efisien dan efektif. Maka
Ekonomi Manajerial akan menekankan pada pokok-pokok bahasan bagaimana manajer
mencapai tujuan perusahaan, serta mengatasi permasalahan yang ada.
Ditinjau dari sifatnya, tujuan perusahaan
dapat digolongkan sebagai tujuan antara dan tujuan utama. Tujuan antara ini
misalnya: menguasai pasar, memenangkan persaingan, menjaga stabilitas
operasional perusahaan, menjaga konsistensi karyawan, menguatkan citra
perusahaan, dan sebagainya. Namun tujuan antara ini akan bermuara pada tujuan
utama perusahaan, yaitu laba. Demi untuk mencapai tujuan utama, sering kali
perusahaan dihadapkan dengan berbagai permasalahan-permasalahan yang harus
senantiasa diatasi. Bahkan bagi para manajer merupakan suatu kewajiban untuk
berfikir secara kritis guna mengidentifikasi timbulnya permasalahan, mencari
berbagai alternatif solusi, mengimplementasikan keputusan solusi, dan
sebagainya. Hanya dengan cara-cara aktif seperti itu manajer perusahaan akan
dapat mancapai tujuan utama perusahaan.
Jika diidentifikasi dengan seksama,
masalah-masalah yang dihadapi manajerial
sangat banyak dan beragam. Beberapa masalah itu antara lain: seberapa
besar laba yang ingin dicapai, jenis produk apa dan berapa jumlah produksi yang
harus dilakukan, teknik produksi apa yang ditentukan, berapa biaya produksi
maupun pemasaran yang memadai, bagaimana daya serap pasar, berapa tingkat
elastisitas pasar, berapa investasi dan pendanaan yang diperlukan, berapa harga
produk yang bisa diserap pasar, dan sebagainya. Perlu memperhatikan teori-teori
yang berkaitan dengan perusahan, seperti teori produksi, teori perilaku
konsumen, teori harga, teori laba, dan sebagainya. Dalam penerapan teori-teori
itu perlu diterjemahkan sebagai basis pengambilan keputusan, yang dalam
implementasinya perlu dukungan alat dan teknik pengambilan keputusan. Banyak
alat dan teknik analisis yang bisa digunakan oleh manajer perusahaan, seperti:
teknik optimasi, peramalan bisnis, teori permainan (game theory), analisis numerik, estimasi permintaan, analisis
statistik, dan sebagainya. Antara teori-teori dan teknik pengambilan keputusan
ini yang dipadukan oleh manajer perusahaan untuk mengatasi permasalahan yang
dihadapi.
Perpaduan antara teori ekonomi dan teknik
pengambilan guna pengambilan keputusan dalam menangani masalah-masalah
manajerial ini yang disebut dengan metodologi ekonomi manajerial. Karena
perpaduan keduanya itu dalam pengimplementasiannya mewujud dalam penggunaan teori, metode,
alat-alat (tools), dan teknik
analisis yang berguna untuk pemecahan masalah (problem solving) atas masalah-masalah manajerial, bisa pula untuk
mengukur kekuatan ekonomi perusahaan, menjabarkan konsekuensi dari keputusan
yang diambil, mengetahui perilaku manajerial, dan mengukur kekuatan organisasi.
Oleh karena itu metodologi ekonomi manajerial ini penting bagi pengambilan
keputusan di dunia bisnis.
Perlu dipahami, bahwa masalah-masalah yang
dihadapi perusahaan bisa berasal dari internal perusahaan sendiri dan juga
berasal dari factor eksternal perusahaan. Terlebih pada era globalisasi
sekarang ini, dimana factor informatika dan telekomunikasi demikian kuatnya,
ditambah dengan gebyar media massa yang semakin variatif, maka dalam keilmuan
ekonomi manajerial perlu membahas teori yang bersifat mikro sekaligus makro.
Oleh karena itu, di dalam ekonomi manajerial dibutuhkan pengetahuan teori-teori
ekonomi (terutama teori aplikatif perusahaan) serta teknik-teknik pengambilan
keputusan. Dua hal ini akan digabungkan untuk mengatasi problem manajerial yang
sering terjadi pada wilayah manajerial seperti permasalahan pada keuangan,
sumber daya manusia, pemasaran, serta operasi dan produksi. Penjelasan di atas
jika diwujudkan dalam bentuk skema bisa tertera seperti di bawah ini:
Ekonomi manajerial
menerangkan tentang penerapan teori-teori ekonomi dan alat-alat analisis untuk
pengambilan keputusan yang diterapkan dalam suatu organisasi untuk mencapai
tujuan organisasi tersebut dengan cara-cara yang lebih efektif dan efisien.
Tentu saja penerapan metodologi ekonomi
manajerial di atas dapat digunakan pada organisasi profit (atau perusahaan)
maupun non profit (seperti sekolah, rumah sakit, organisasi pemerintah, dan
sebagainya), karena problem manajerial tetap muncul pada organisasi-organisasi
itu. Perusahaan misalnya, mempunyai keinginan untuk memperoleh keuntungan yang
banyak, tetapi dapat saja terkendala oleh input produksi (akibat kelangkaan,
kerusakan mesin, mogoknya pekerja, peraturan pemerintah, dan sebagainya). Pada
organisasi non profit, rumah sakit misalnya, ingin memberikan pelayanan terbaik
dalam merawat pasiennya tetapi terkendala oleh sumber daya yang dipunyai
(peralatan, dokter ahli atau perawat yang kurang mencukupi atau bahkan
anggaran). Faktor-faktor serupa seperti dua contoh tersebut dapat juga terjadi pada lembaga pendidikan, organisasi
pemerintah, dan organisasi lain.
Berdasar penjelasan di atas, maka dapat
dikatakan bahwa ekonomi manajerial merupakan suatu ilmu, seni, sekaligus
keterampilan yang dapat membantu manajeman dalam mengalokasikan sumberdaya yang
dimiliki (sumberdaya manusia, maupun kapital) dengan efisien untuk tujuan
melancarkan atau memampukan bisnisnya secara efektif dan efisien. Dengan
pengetian ini, jelas bahwa ekonomi manajerial bukan hanya untuk perusahaan yang
berorientasi profit saja, namun organisasi yang non profit oriented juga diperlukan.
2. Peran Teori Ekonomi
Teori
ekonomi secara garis besar dapat dibagi menjadi teori mikroekonomi dan
makroekonomi. Kedua-duanya berperan dan mempunyai hubungan yang erat dengan
ekonomi manajerial. Mikroekonomi menerangkan tentang perilaku individual atau
unit-unit pengambilan keputusan, seperti perilaku konsumen, perilaku
perusahaan, teknik-teknik produksi, dan sejenisnya untuk mendistribusikan
sumber daya yang terbatas. Makroekonomi menerangkan agregat dari
kegiatan-kegiatan di sektor mikro, seperti total input, output,harga total,
tenaga kerja, produksi, konsumsi, investasi, kebijakan pemerintah (fiskal dan
moneter), pengaruh asing, dan sebagainya.
Kegunaan
teori ekonomi tersebut adalah untuk melakukan prediksi dan menjelaskan perilaku
ekonomi. Biasanya teori ekonomi itu wujud dalam bentuk model, yang
mengabstraksi realita perilaku ataupun faktor-faktor penentunya. Model yang
digunakan dalam ekonomi manajerial dapat berupa model matematis ataupun grafis.
Model matematis biasanya digunakan untuk menentukan detil angka yang
menunjukkan besarnya determinasi faktor-faktor yang mempengaruhi. Sedangkan
model grafis lebih sering digunakan untuk menjelaskan kecenderungan perilaku
ekonomi. Penggunaan model-model tersebut lebih memudahkan di dalam menganalisis
sesuatu yang berkaitan, sehingga lebih mudah pula dalam pengambilan keputusan.
3. Hubungannya dengan Pengambilan Keputusan
Alat yang dapat digunakan untuk membantu
pengambilan keputusan manajerial antara lain matematika ekonomi dan
ekonometrika. Kedua alat ini yang diterjemakan dalam bentuk teknik optimasi,
teknik peramalan, analisis numerik, estimasi statistik. Keduanya digunakan
untuk mengkonstruksi dan mengestimasi model keputusan yang diarahkan kepada
besarnya determinasi agar pengambilan keputusan dapat optimal, dalam arti
efektif dan efisien. Pengambilan keputusan juga dapat dianalisis dari data
kualitatif berupa teori permainan.
Secara khusus, matematika ekonomi digunakan untuk
memformulasi model-model ekonomi yang berasal dari teori ekonomi. Model yang
menggunakan matematika ekonomi ini sering disebut dengan ekonometrika.
Ekonometrika dapat diartikan sebagai suatu keilmuan sekaligus teknik yang
digunakan untuk mengestimasi dan melakukan peramalan kegiatan ekonomi. Tidak
hanya itu, ekonometrika juga bisa digunakan untuk menerjemahkan apa yang telah
terjadi. Analisis yang banyak digunakan dalam ekonometrika adalah analisis
regresi, yang bertujuan untuk mencari besarnya pengaruh faktor-faktor
determinasi (variabel independen atau bebas) terhadap faktor-faktor yang
dipengaruhi (variabel dependen atau terikat). Hasil dari analisis regresi ini
dapat berupa peramalan. Sumber data yang digunakan adalah data historis,
sehingga dalam pengambilan keputusan menggunakan ekonometrika memerlukan data
statistik.
Sebagai contoh, teori ekonomi menjelaskan bahwa
jumlah permintaan terhadap suatu barang (Q) dipengaruhi oleh berbagai hal seperti
harga barang itu sendiri (P), tingkat penghasilan (Y), harga komoditi yang
berhubungan, yang dapat saja berupa harga komoditi yang bersifat komplementer
(Pc) atau yang bersifat substitusi (Ps). Pernyataan teori tersebut secara
teoritis dapat dituliskan dalam bentuk model matematis sebagai berikut:
Q
= f(P, Y, Pc, Ps).
Q
merupakan variabel dependen (terikat), sedangkan P, Y, Pc, Ps merupakan
variabel independen (bebas). Dengan menggunakan data pada masing-masing
variabel, maka dapat dihitung berapa besarnya pengaruh masing-masing variabel
independen dalam mempengaruhi variabel dependen, baik itu secara individual
ataupun secara serentak. Hasil analisis tersebut dapat digunakan pula untuk
mengestimasi kecenderungan perilaku ekonomi pada masa yang akan datang, dengan
catatan tetap memberlakukan asumsi ceteris paribus. Skope ekonomi manajerial
adalah pada seluruh problem perusahaan. Tentu saja sangat bisa diterapkan pada
permasalahan-permasalahan pada lingkup tertentu, seperti lingkup akuntansi,
pemasaran, keuangan, sumber daya manusia, operasional, dan sebagainya.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ekonomi
manajerial merupakan penerapan dari teori ekonomi dan ilmu pengambilan
keputusan untuk mendapatkan solusi yang optimal dalam mengatasi masalah-masalah
manajerial.
4. Teori Perusahaan
Perusahaan mempunyai berbagai definisi. Tetapi
secara sederhana, perusahaan adalah suatu organisasi yang mengkombinasikan dan
mengorganisasikan berbagai sumber daya (manusia, modal, metode, material,
mesin, jiwa kewirausahaan) untuk melakukan suatu usaha (baik itu produksi,
perdagangan, atau jasa) dengan tujuan memperoleh keuntungan dari usahanya
tersebut.
Jika definisi ini diurai maka akan menemukan
beberapa penjelasan lebih lanjut. Misalnya pada sumber daya manusia, dapat dikategorikan
sumber daya dari internal dan eksternal. Sumber daya internal meliputi
manajemen, karyawan, dan investor. Sedangkan dari eksternal meliputi: pemasok,
konsumen, pemerintah, masyarakat, dan sebagainya. Dua-duanya sumber daya
manusia ini semua penting. Karena hanya dengan kolaborasi antar keduanya
perusahaan akan mampu melangsungkan usahanya, mendapatkan laba, meningkatkan
asset fisiknya, dan meningkatkan nilai perusahaan.
Apabila diidentifikasi, ada berbagai tujuan yang
hendak dicapai oleh pemimpin perusahaan. Berbagai tujuan perusahaan tersebut dapat diklasifikasikan sebagai
tujuan antara dan tujuan akhir. Tujuan antara meliputi: tujuan pengembangan
jaringan, pengembangan pasar, penguatan sumber daya, penguasaan teknologi,
penguatan citra, dan lain-lain. Tetapi tujuan akhir perusahaan tetap pada
perolehan laba, yang tentu diharapkan dapat berjumlah sebanyak-banyaknya dalam
jangka waktu yang selama-lamanya. Pencapaian laba yang berjangka panjang ini
adalah merupakan pintu masuk untuk terealisasinya maksimisasi peningkatan nilai
perusahaan, yang wujud dalam peningkatan nilai buku, nilai kapital, nilai
pasar, nilai likuidasi, luasnya jaringan, dan citra perusahaan.
Terdapat beberapa cara pengukuran untuk mengukur
nilai suatu perusahaan. Pengukurannya dapat dilakukan dengan ukuran kualitatif
ataupun kuantitatif. Hanya saja, pengukuran dengan kuantitatif lebih mudah
untuk dipahami dan dikomparasikan. Oleh karena itu, nilai suatu perusahaan
sering kali dinilai dengan kuantitatif berupa nominal. Sehingga, definisi dari
nilai perusahaan juga berkecenderungan ke arah makna kuantitatif. Nilai
perusahaan sering didefinisikan sebagai nilai sekarang dari arus kas bersih
perusahaan yang diharapkan di masa mendatang.
Nilai sekarang sendiri adalah nilai diskonto atas nilai yang
diperkirakan akan terjadi pada masa mendatang. Besarnya diskonto dipengaruhi
oleh berapa tingkat rate diskonto dan berapa lama waktu yang dihitung. Konsep
ini dikembangkan dari konsep time value of money. Proses diskonto ini
untuk mengakomodasi dan mengakui kemungkinan perolehan laba (
) perusahaan yang seandainya berjalan secara terus
menerus dalam jangka waktu tertentu (t) akan menghasilkan nilai yang
jumlahnya jika didiskonto dengan rate(r) tertentu akan setara dengan nilai
saat ini.
Secara formula, nilai suatu perusahaan sekarang
dapat dituliskan sebagai berikut:
Referensi : Supawi Pawenang 2016, Modul Ekonomi Manajer, UNIBAwww.uniba.ac.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar